Jumat, 08 April 2016

PEKERJAAN ELEKTRIKAL PADA GEDUNG

1.0          lingkup pekerjaan listrik

Secara garis besar lingkup pekerjaan listrik adalah seperti yang tertera spesifikasi ini dan sesuai yang tertera didalam gambar-gambar perencanaan dan dokumen tambahan seperti yang tertera didalam Berita Acara Aanwijzing.

1.1            Melaksanakan :

1.1.1          Seluruh instalasi penerangan dan stop kontak dalam bangunan.

1.1.2       Seluruh instalasi penerangan lapangan, tribun dan, obstruction lamp lantai atap.

1.1.3          Seluruh instalasi penerangan taman jalan dan façade bangunan.

1.1.4          Instalasi penangkal petir.

1.1.5          Instalasi pentanahan.

1.1.6          Instalasi fire stop material.

2.2       Menyediakan dan memasang semua Feeder Listrik.

2.2.1      Dari sisi sekunder trafo ke PUTR.

2.2.2      Dari panel kontrol genset (PKG) ke PUTR.

2.2.3      Dari PUTR ke panel-panel sesuai yang tertuang dalam gambar.


2.2.4      Semua feeder lain yang tertuang pada gambar.

2.2.5      Semua kabel-kabel kontrol untuk kontaktor.

2.3       Menyediakan dan memasang rack kabel dan hanger untuk feeder dan instalasi.

        2.4       Menyediakan dan memasang PUTM, PUTR dan panel-panel TR lainnya sesuai yang tertuang dalam gambar.
      
2.5       Menyediakan dan memasang :

2.5.1      Semua armature lampu penerangan semua lantai.

2.5.2          Armature lampu penerangan lampu exit.

2.5.3          Armature lampu penerangan halaman, jalan dan façade bangunan.

2.5.4          Tiang lampu halaman dan facade bangunan lengkap pondasi, bracket, MCB        box dan cat.

2.6       Membantu Owner dan menyiapkan dokumen teknis dan administrasi dalam pengurusan  permintaan daya listrik dan proses penyambungan daya listrik dengan pihak PLN sehingga dapat digunakan oleh pemilik bangunan.

2.7       Membuat gambar kerja dan menyerahkan gambar revisi.

2.8       Melakukan pengetesan.

2.9       Menyerahkan surat pernyataan jaminan instalasi listrik.

2.10     Melaksanakan pemeliharaan dan jaminan.

2.11     Memasang nama-nama panel dan hubungan circuit breaker berupa tulisan yang jelas dari bahan yang tahan lama.

2.12     Instalasi Penangkal Petir

                           2.12.1    Menyediakan dan memasang penangkal petir tipe Electrostatic Non Radioactive lengkap seluruh koneksi terminasi kabel-kabel penyalur petir mulai dari air terminal sampai dengan pentanahan.

                           2.12.2    Melaksanakan pentanahan lengkap bak kontrol dengan tutupnya dan terminal penyambungan.

                           2.12.3    Melakukan pengetesan

                           2.12.4    Membuat gambar kerja dan menyerahkan gambar revisi.

2.13     Pondasi / dudukan dan Bracket Panel.

2.14     Melaksanakan pemeliharaan selama 12 bulan dan memberikan jaminan peralatan selama 1 (satu) tahun sejak seluruh sistem yang terpasang di dalam bangunan berfungsi dengan baik.

Kamis, 07 April 2016

Sistem Tenaga Listrik

                                                Strategi Operasi Sistem Tenaga Listrik
Sistem Tenaga Listrik
    Energi listrik yang dipakai tentunya harus bersifat efisien, efektif, bermutu dan bisa diandalkan. Berarti dalam pembangkitan dan penyaluran energi itu harus dilakukan secara ekonomis dan rasional. Untuk mencapai tujuan itu ternyata dalam pengoperasiannya banyak kendala yang harus dihadapi, hal ini disebabkan karena timbulnya kejadian di sistem tenaga listrik (TL) yang bersifat random. Sedangkan kondisi operasi itu bisa berubah, kalau terjadi perubahan beban dan keluarnya peralatan jaringan pada sistem secara random. Hal ini tentunya akan menyebabkan terjadinya deviasi operasi. Untuk itulah perlu dilakukan persiapan operasi yang matang supaya deviasinya relatif kecil.
     Sementara itu pada sistem TL yang bersifat dinamis perlu dilakukan prediksi operasi, hal ini untuk memberi gambaran kondisi operasi kepada operator. Kemudian dengan digunakannya teknik optimasi yang canggih pada pengoperasian sistem TL serta problem yang muncul dianalisa maka hasil yang dicapaipun semakin optimal. Sedangkan untuk mengetahui sejauh mana suatu sistem TL itu andal dan ekonomis, maka digunakanlah suatu alat ukur yang berfungsi sebagai dasar untuk mengadakan perincian. Alat ukur itu menggunakan metoda LOLP (Loss of Load Probability). Adapun alat ukur itu dipakai untuk menghitung alokasi energi, rencana pemeliharaan unit pembangkit dan neraca daya.

Sistem Operasi Tenaga Listrik
 
    Pada perencanaan operasi sistem TL yang baik dan akurat tentunya pengawasan selama sistem TL itu beroperasi relatif tidak perlu dilakukan. Sedangkan perencanaan operasi itu sendiri adalah perencanaan bagaimana suatu sistem akan dioperasikan untuk jangka waktu tertentu. Karena biaya operasi dari sistem merupakan biaya terbesar dari suatu perencanaan yaitu mencapai kira-kira 70% dari seluruh biaya, maka perencanaan operasi perlu dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik optimasi agar dapat dicapai biaya operasi yang betul-betul dapat dipertanggung jawabkan. Sementara itu jika dalam operasi terjadi ketidak cocokan yaitu antara prediksi dan kenyataan terlebih pada kejadian yang tidak diharapkan, maka hal inilah yang disebut kesenjangan antara perencanaan operasi dan operasi real time. Untuk itulah prinsip dari perencanaan operasi harus memikirkan agar persamaan : 
Daya yang di Bangkitkan = Beban + Rugi-rugi, 
selalu terpenuhi sepanjang waktu dengan biaya yang optimum. Mengingat hal itu maka di dalam perencanaan operasi ada 6 masalah utama yang harus dipikirkan secara khusus :
  1. Pemeliharaan peralatan dalam sistem yang berkaitan dengan kemampuan penyediaan daya untuk menghadapi beban.
  2. Perkiraan beban yang akan terjadi dalam sistem untuk jangka waktu tertentu.
  3. Perkiraan hujan yg akan jatuh dalam catching area PLTA untuk memperkirakan kemampuan produksi PLTA dalam kaitannya dengan proses optimasi hidro-thermis untuk menghadapi beban dalam butir 2.
  4. Penjadwalan operasi unit-unit pembangkit yang optimum untuk menghadapi beban yang diperkirakan dalam butir 2.
  5. Pengaturan pembagian beban antara unit-unit pembangkit yang beroperasi dalam sistem agar didapat pembebanan umum.
  6. Kemungkinan terjadinya deviasi terhadap perencanaan operasi serta cara-cara mengatasi hal ini.
Pusat Pengaturan Beban
     Program real time yang digunakan pada P2B (Pusat Pengaturan Beban) terdiri dari logika dan kalkulasi sederhana dengan menggunakan data yang diterima pusat pembangkit. Pengaturan beban adalah pengaturan pembagian beban di antara pusat-pusat listrik dalam sistem agar dapat melayani kebutuhan tenaga listrik dari sistem dengan cara ekonomis dan dengan mempertimbangkan atau memperhatikan mutu serta keadaan tenaga listrik yang dihasilkan. Sedangkan program yang lebih canggih dari real time adalah program extended real time model matematisnya lebih komplek biasanya prioritasnya lebih rendah. Tapi dalam operasinya juga berkomunikasi dengan real time untuk pengaturan fungsi yang otomatis. Sedangkan penggunaan fungsi untuk mengadakan transfer data sehingga program tersebut digunakan untuk studi. Kemudian dengan adanya pusat pengaturan beban (P2B), maka hal itu sangatlah membantu operator dalam pelaksanaan operasi real time. Dan dengan digunakannya sistem komputerisasi pada P2B maka penggabungan antara sekuriti dan ekonomis bisa dicapai pada setiap pelaksanaan operasi. Di mana prosedur di dalam pelaksanaan operasi haruslah berorientasi terhadap sekuritas dan ekonomis. Sekuriti adalah ketahanan/kemampuan suatu sistem untuk memenuhi kebutuhan beban.